Hal-Hal yang Tidak Lagi Saya Kejar
Ada banyak hal yang dahulu ingin saya miliki.
Pengakuan, penghargaan, penerimaan, dan tempat yang membuat saya merasa berarti di mata orang lain.
Saya pernah berpikir bahwa semakin banyak orang mengakui keberadaan saya, semakin besar pula nilai diri saya.
Namun, waktu perlahan mengajarkan sesuatu yang berbeda.
Tidak semua orang harus memahami perjalanan saya. Tidak semua kebaikan harus diketahui orang lain. Tidak semua perjuangan membutuhkan tepuk tangan, dan tidak setiap kesalahpahaman harus dibalas dengan penjelasan panjang.
Saya mulai belajar bahwa ketenangan memiliki harga yang tidak murah. Terkadang, ia menuntut kita untuk berhenti membuktikan sesuatu kepada orang yang memang tidak ingin memahami.
Barangkali, kedewasaan dimulai ketika kita tidak lagi ingin memenangkan setiap keadaan, tetapi mulai belajar menjaga diri agar tidak kehilangan ketenangan di dalamnya.
Saya juga belajar bahwa menjaga jarak bukan selalu tentang kebencian. Ada kalanya itu merupakan cara paling bijaksana untuk menjaga kewarasan, menghormati batas diri, dan memberi ruang bagi hati untuk kembali tenang.
Kini, saya ingin lebih sibuk memperbaiki apa yang bisa saya perbaiki daripada menghabiskan waktu memikirkan penilaian orang lain.
Saya ingin tetap bekerja dengan sungguh-sungguh, belajar tanpa merasa paling tahu, dan berbuat baik tanpa menjadikan balasan sebagai syarat.
Komentar
0 komentar disetujui · komentar baru tampil setelah dimoderasi penulis.